Wednesday, July 21, 2021

Mengenal Organ Gerak pada Hewan Invertebrata dan Vertebrata


Hewan merupakan makhluk hidup yang dapat bergerak, artinya hewan dapat berpindah tempat dan mengubah posisi sebagian atau seluruh bagian tubuh. Hewan dapat bergerak karena pada tubuhnya terdapat organ gerak. Secara sederhana, organ gerak pada hewan dapat diartikan sebagai organ tubuh yang mendukung hewan tersebut melakukan suatu gerakan. Dengan adanya organ gerak, maka hewan dapat berjalan, berlari, melompat, berenang, atau melakukan gerakan lainnya.

Mengutip buku Organ Gerak Hewan dan Manusia, organ gerak pada hewan terbagi menjadi dua, yaitu:

1.Organ gerak aktif

Organ gerak aktif merupakan organ yang memiliki kemampuan untuk menciptakan suatu gerakan, termasuk menggerakkan organ gerak pasif. Di dalam tubuh hewan, yang disebut sebagai organ gerak aktif adalah otot.

2. Organ gerak pasif

Organ gerak pasif berperan dalam menciptakan suatu gerakan, namun organ ini tidak bisa bergerak sendiri dan harus digerakkan oleh otot. Di dalam tubuh hewan, yang disebut sebagai organ gerak pasif adalah tulang.

Organ Gerak pada Hewan Vertebrata

Hewan vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang. Contoh hewan vertebrata adalah kucing, kelinci, burung, ikan, dan masih banyak lagi. Meski sama-sama tergolong vertebrata, faktanya hewan-hewan tersebut memiliki cara gerak yang tidak sama. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan habitat sehingga hewan-hewan ini juga bergerak dengan anggota tubuh yang berbeda. Seperti dikutip dari buku IPA - Gerak Dalam Kehidupan, berikut beberapa contoh jenis hewan dan cara mereka bergerak:

1.Hewan di darat

Contoh hewan vertebrata yang hidup di darat adalah kelinci, sapi, kucing, dan lain-lain. Hewan-hewan ini bergerak menggunakan kaki yang didukung oleh otot dan tulang yang kuat. Selain karena faktor kekuatan organ gerak, kelincahan dan kecepatan gerakan pada hewan darat juga dipengaruhi oleh massa tubuh.

2. Hewan di air

Contoh hewan vertebrata yang hidup di air adalah ikan dan lumba-lumba yang dapat bergerak menggunakan sirip. Hewan-hewan ini juga memiliki struktur tulang yang memungkinkan mereka dapat berenang dengan lincah di dalam air.

Otot dan tulang belakang hewan air sangatlah fleksibel. Paduan antara gerakan lateral tubuh dan sirip ekornya dapat menghasilkan gaya dorong ke depan sehingga ikan dapat berenang.

3. Hewan di udara

Burung dan beberapa jenis unggas dapat melakukan gerakan terbang di udara berkat adanya sayap. Sayap burung terdiri dari tulang yang kuat namun ringan. Bentuk sayap burung umumnya sedikit melengkung agar udara di bagian atas sayap mengalir lebih cepat.

Hal inilah yang kemudian menghasilkan gaya angkat dan gaya dorong sehingga burung dapat bergerak.

Organ Gerak pada Hewan Invertebrata

Hewan invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Contoh hewan invertebrata adalah siput, cacing, ubur-ubur, bulu babi, dan masih banyak lagi.

Setiap jenis hewan invertebrata memiliki sistem gerak yang berbeda-beda. Mengutip buku Biologi - Taksonomi Invertebrata karya Rahmadina, M.pd, berikut beberapa contoh invertebrata dan cara mereka bergerak:

1.Protozoa (hewan bersel tunggal): bergerak dengan kaki semu pseodopodia, silia, dan flagellum

2. Ubur-ubur: bergerak dengan sel epitelliomuskuler yang berfungsi untuk kontraksi otot. Namun untuk jenis ubur-ubur sisir, mereka bergerak dengan silia.

3. Cacing: bergerak dengan otot longitudinal yang dapat berkontraksi memendek dan berbelok.

4. Planaria (cacing pipih): bergerak dengan otot dibantu bulu getar di sekujur tubuh.

5. Siput: bergerak dengan kaki yang dapat bergelombang akibat adanya aktivitas otot dan syaraf.

6. Cumi-cumi: bergerak dengan kaki jerait (2 tentakel dan 8 lengan) yang juga berfungsi menangkap mangsa

7. Bulu babi: bergerak menggunakan duri dan kaki tabung